
Tantangan dan Peluang dalam Berdakwah Menggunakan Media Baru atau Media Sosial
Seorang akademisi bernama Marshall McLuhan memperkenalkan isitlah media baru, namun yang ia maksudkan berbeda dengan media baru yang dikenal saat ini. Pada tahun 1984, Ronald Rice mendefinisikan media baru sebagai teknologi komunikasi yang memfasilitasi serta membolehkan bagi terbentuknya Interaktivitas antar pengguna serta Interactivities antara pengguna serta data. Interactivities merupakan ciri dari sebagian besar media baru. Gagasan yang tercantum dalam definisi tersebut menunjukkan bahwa para pengguna bisa memakai teknologi data yang tersedia buat memproduksi serta mendistribusikan konten multimedia secara Online, tercantum di dalamnya video dan gambar, bacaan, serta suara (Sahar, 2014).
Salah satu contoh media baru ialah internet. Internet menimbulkan model komunikasi massa baru berupa many to many communications. Setiap orang bisa membuat data berbentuk bacaan, audio, foto, ataupun video serta menyebarkan kepada khalayak. Media baru sudah mengganti model komunikasi massa, serta mengganti metode berhubungan dengan orang yang lain. Kehadiran media baru memungkinkan penggunanya untuk mengakses berbagai konten kapan saja, di mana saja, dan dengan memakai bermacam perlengkapan elektronik. Salah satu watak yang ada dalam media baru ialah watak leluasa. Kebebasan yang dipunyai oleh orang terpaut dengan konten. Orang ataupun khalayak leluasa buat membuat konten, khalayak pun memegang kendali pendistribusiannya.
| Berdakwah Dengan Media Baru
Terdapat berbagai wujud serta metode berdakwah dalam Islam, sehingga berdakwah wajib disesuaikan dengan keahlian serta kemampuan tiap- tiap orang. Tiap orang tidak wajib berdakwah seperti penceramah ataupun mubaligh, sebab dakwah dapat dicoba di mana saja serta oleh siapa saja dengan tujuan utama ialah amar ma’ ruf nahi munkar (Rubawati, Media Baru, 2018). Namun, berdakwah tidak hanya sekedar berdakwah atau menyebar informasi saja, tetapi ada syarat yang harus dipenuhi. Syarat dalam berdakwah yaitu mencari materi yang tepat, mengetahui kondisi psikologis objek dakwah (mad’u), memilih metode yang tepat, dan menggunakan bahasa yang bijaksana, sopan, dan mudah dimengerti. Dalam berdakwah juga perlu dilakukan analisis agar dapat mengetahui apa kelemahan, kekurangan, peluang dan ancaman yang akan terjadi.
Begitu banyak orang yang memanfaatkan internet sebagai media untuk berdakwah, hal ini memberikan suatu paradigma baru mengenai kesuksesan dakwah. Da’i tidak lagi menjadi faktor utama kesuksesan dakwah atau diterimanya pesan-pesan dakwah. Hal ini dikarenakan mad’u yang secara aktif mengolah, mencari, dan memaknai pesan-pesan yang diterimanya, dan mad’u sering tidak terpengaruh oleh identitas penyampainya. Kehadiran internet tidak bisa dihindari karena telah menjadi peradaban baru dalam dunia informasi dan komunikasi tingkat global.
Dalam aktivitas dakwah dengan mad’u yang merupakan pengguna internet (user), mereka tidak hanya mencari informasi, namun mereka pun membagikan kembali (share) informasi yang mereka per oleh melalui media sosial yang dimiliki dengan ditambahkan pesan-pesan dakwah lainnya, yang menurut mereka sesuai serta mereka pahami (Rubawati, Media Baru, 2018). Fenomena semacam ini sudah jamak, sehingga bisa dimengerti kalau keberadaan internet selaku media dakwah sudah jadi suatu kebutuhan. Sehingga para Da’ i, ulama, pemimpin Islam lekas melaksanakan langkah-langkah strategis buat melindungi generasi muda supaya siap serta matang mengalami serbuan-serbuan negatif dari media internet Salah satu metode mengalami serbuan negatif internet dengan membuat jaringan-jaringan tentang Islam, antara lain: cybermuslim ataupun cyberdakwah, web dakwah Islam, web, web serta jaringan sosial semacam: Facebook, Instagram serta Twitter. Tiap- tiap cyber tersebut menyajikan serta menawarkan data Islam dengan bermacam sarana serta tata cara yang bermacam- macam (Rubawati, Tantangan dan Peluang Dakwah, 2018). Meskipun memiliki dampak negatif, tetapi dakwah melalui internet terbukti sangat efektif, apalagi sekarang ini segala aktivitas dilakukan di rumah saja karena adanya covid-19
| Tantangan dan Peluang Berdakwah menggunakan Media Baru
Pengguna internet semakin hari semakin banyak, dan mereka merupakan pengguna aktif media sosial. Kehadiran internet sebagai ruang sosial baru beserta netizen sebagai warga internet merupakan satu peluang dan tantangan baru dalam aktivitas dakwah. Agar dakwah di era informasi tetap relevan, responsif, efektif dan produktif, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yakni (Aripudin 201, 43): setiap muslim adalah da’i. Jadi, apa saja tantangan dan peluang berdakwah menggunakan New Media (internet)?
New Media memudahkan kita untuk menyampaikan dakwah di kalangan milenial. Adapun tantangannya yaitu tidak semuanya terkena dampak langsung dari New Media ataupun media sosial. Apalagi bagi mereka yang tua atau mereka yang berada di daerah pegunungan akan susah akan mendapatkan jaringan, mereka masih ada yang gaptek dengan teknologi. Tapi untuk peluang dakwahnya sudah bagus, apalagi pemanfaatan New Media untuk daring atau dakwah virtual sangat membantu, apalagi di tengah pandemi sekarang ini. Namun menurutnya dakwah tatap muka lebih efektif, karna rohnya tersampaikan langsung, maksudnya ada penjiwaan langsung antara mad’u dan da’i. Tapi, jika dakwah melalui New Media mungkin sangat bermanfaat untuk kalangan milenial karena lebih mudah diterima. Audience sekarang ini lebih cenderung menyukai dakwah yang kekinian, mudah diterima di masyarakat. Tantangan yang dihadapi oleh da’i yaitu mereka dituntut untuk menguasai media. Selain ada strategi komunikasi, da’i juga harus mengembangkan strategi media.
Jadi, berdakwah melalui internet dan dakwah tatap muka masing-masing memiliki tantangan dan peluang, dan masing-masing juga memiliki kekurangan dan kelebihan. Berdakwah menggunakan New Media memberikan tantangan kepada da’i atau mubaligh untuk melek teknologi, bagaimana seorang da’i mampu menguasai penggunaan teknologi. dan Tantangannya ialah sekarang ini belum semuanya bisa terkena dampak langsung dari New Media atau media sosial. Selain tantangan, ada pula peluang berdakwah menggunakan New Media, karena pengguna internet semakin bertambah di setiap tahunnya.